Selamat Datang.......... Silahkan

Hari itu, Asmuni sibuk memberi komando beberapa orang karyawannya yang sedang mengemasi beberapa barang untuk diangkut ke atas dua truk besar.

“Ditimbang yang benar, terus disusun yang rapi,” perintahnya dengan lantang. Karyawannya pun manut. Satu per satu barang-barang itu diangkut ke atas truk. Setelah penuh, truk itu pun berangkat. Kini yang tertinggal di bawah atap bangunan seng yang luas itu hanyalah para karyawan yang duduk-­duduk santai sambil menikmati kopi dan rokok.

Begitulah pekerjaan Asmuni setiap akhir bulan. Mengawasi dan memberi komando karyawan-karyawannya yang sedang bekerja mengemasi barang barang rongsok untuk dikirimkan ke Jakarta. Lelaki asal Madura itu sudah menekuni usaha rongsok se­jak tahun 2005 yang lalu. Namun, sebelum sukses menjadi pengusaha rongsok, Asmuni sudah pernah menjalani kehidupan yang begitu getir dibanding dengan kehidupannya saat ini.

“Saya dulu menjadi tukang angkut ikan dari perahu ke daratan. Upahnya sepuluh ribu untuk satu perahu, tapi dikerjakan bareng-bareng dengan beberapa orang.”

Bagi Asmuni yang sekarang tinggal di Gresik itu, menjadi pengusaha rongsok sebenarnya tidak disengaja. Dulu, sewaktu selesai mengangkut ikan, Asmuni menemukan beberapa batang besi di pantai. “Sepertinya besi sampah,” kenangnya. Oleh istrinya, besi itu di­ suroh untuk dijual. Asmuni pun menurut. Ia menda­tangi salah satu penadah rongsok yang terletak tidak jauh dari tempat tinggal­nya. Betapa terkejutnya Asmuni karena besinya itu dihargai dengan sangat mahal sekali. Kejadian itu begitu berpengaroh pada Asmuni sehingga dia terus berpikir bagaimana cara nya dapat menemukan besi seperti itu lagi.

Statistics Visitors
  • Today Visit: 13
  • Yesterday Visit: 13
  • Week Visit: 201
  • Total Visit: 139,258

Copyright © 2015. All Rights Reserved.

Alamat: Jln. Tanjung Api-api Pesantren Aulia Cendekia Talang Jambe Sukarami Palembang. | Login Admin