Selamat Datang.......... Silahkan

Peristiwa yang satu ini pernah dialami oleh Sutrisno (40 tahun), warga Jember, Jawa Timur. Sutrisno tidak pernah menyangka bahwa rasa sakit yang sering dialami dipelipisnya adalah benih-benih tumor ganas yang sangat mengancam keselamatan jiwanya.

Semula, pria kelahiran Madura ini mengira kalau rasa sakit itu hanyalah rasa sakit biasa sebagaimana seringkali dialami banyak orang. “Kata orang Madura itu bebegur, (sejenis pembeng­kakan di pelipis, red)”.

Karena tidak memiliki kecurigaan apa-apa, Sutrisno membiarkan saja rasa sakit itu. Kalau kebetulan pelipisnya terasa sakit, Sutrisno hanya mengolesinya dengan minyak angin atau balsem sebagaimana biasanya orang-orang sering melakukan. Tetapi, lama-kelamaan rasa sakit itu sering sekali ia rasakan dan bahkan rasa sakitnya semakin bertambah dari sebelum-sebelumnya.

“Pernah tetangga saya menyarankan agar diperiksa, siapa tahu tumor kata mereka. Tetapi, saya sendiri tidak yakin. Apalagi saya tidak memiliki keturunan penyakit tumor,” kata Tris, begitu ia biasa dipanggil.

Setelah rasa sakit dipelipisnya tak kunjung reda dan malahan semakin bertambah-tambah, Sutrisno pun mencoba memeriksakan diri ke dokter. Ia sengaja mendatangi dokter yang menangani penyakit dalam karena ia sendiri khawatir, jangan-jangan dugaan tetangganya bahwa dia mengidap tomor benar-benar kenyataan.

“Saya terkejut saat dokter mengatakan kalau di pelipis saya memang ada bibit-bibit tumor ganas. Saya lupa namanya. Maklum, bukan anak sekolahan,” kata Tris.

Meskipun menurut dokter di pelipis Sutrisno terdapat bibit tumor, namun ia tidak memberitahu­kan hal itu kepada keluarganya. Sutrisno khawatir keluarganya akan shock. Ia memilih mencari peng­obatan sendiri secara diam-diam. Apalagi menu­rut Sutrisno, waktu itu bibit tumornya masih kecil dan bisa disembuhkan. Sebagai langkah antisipasi, Sutrisno mencoba bertanya kepada dokter yang per­nah mendiagnosanya tentang pantangan-pantangan yang harus ia hindari. Selebihnya, la sendiri mencari pengobatan di luar.

“Kalau pakai obat dokter terus, saya tidak mampu membelinya. Apalagi pekerjaan saya hanya sebagai tukang cukur, mana cukup.”

Statistics Visitors
  • Today Visit: 13
  • Yesterday Visit: 13
  • Week Visit: 201
  • Total Visit: 139,258

Copyright © 2015. All Rights Reserved.

Alamat: Jln. Tanjung Api-api Pesantren Aulia Cendekia Talang Jambe Sukarami Palembang. | Login Admin