Selamat Datang.......... Silahkan

Allah SWT telah menempatkan puasa sebagai ibadah yang istimewa. Sebab, banyak makna dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Orang awam memandang puasa sebagai aktivitas yang memperlemah diri, mengurangi produktivitas dan membuat malas. Padahal puasa membawa manfaat bagi orang yang melakukannya, baik secara fisik, rohani dan perjalanan hidupnya dikemudian hari.

Secara fisik, para dokter sering menyarankan puasa bagi mereka yang mempunyai suatu penyakit yang susah disembuhkan. Secara psikis, puasa membuat jiwa manusia stabil, mampu mengendalikan diri dan tidak mudah diterpa gonjangan jiwa.

Di kalangan umat Islam, selain puasa Ramadhan, terdapat juga puasa sunnah lainnya, misalnya, puasa senin-kamis, puasa hari Arafah, puasa Asyura, dan sebagainya, termasuk puasa Daud. Puasa Daud dianggap sangat istimewa dan “mengalahkan” puasa-puasa sunnah lainnya karena tergolong puasa yang hebat dan unik.

Dikatakan hebat, karena di dalamnya terkandung keutamaan dan keistimewaan yang sangat luar biasa. Sampai-sampai Allah SWT sendiri yang menyatakan bahwa puasa Daud merupakan salah satu puasa yang paling utama. Sesuatu yang telah dinyatakan sebagai “yang utama” tentu di dalamnya terkandung rahasia dan kehebatan yang besar.

Selain itu, puasa Daud juga dianggap puasa unik karena dikerjakan selang-seling tanpa putus. Sehari berpuasa besoknya tidak, dan begitu seterusnya. Makanya, puasa Daud adalah puasa yang unik karena belum ada amalan puasa lain.

Setiap nabi dan rasul yang diutus oleh Allah SWT, mempunyai keunggulan dan amalan tersendiri yang menjadi nilai ketakwaan di sisi Allah SWT. Sehingga, nabi tersebut diberi gelar seorang nabi yang sabar, ahli ibadah, ahli syukur, dan ahli yang lainnya. Tak terkecuali dengan Nabi Daud. Nabi Daud adalah seorang yang tekun beribadah dan taat kepada Allah SWT. Dia juga seorang raja yang alim, jujur, dan adil. Lalu, apa saja amalan-amalan nabi Daud?

Nabi Daud lebih senang bekerja mencari nafkah dari kerja keras tangannya sendiri. Ia lebih gemar membuat baju besi untuk dijual guna menafkahi kebutuhan diri dan keluarganya sendiri ketimbang meminta gaji kepada negara yang sedang diperintahnya. Ini adalah amalan yang patut untuk ditiru dan luar biasa.

Keteladanannya bukan hanya pada sifat perbuatannya itu sendiri yang lebih memilih untuk bekerja dari hasil tangannya sendiri, melainkan juga karena kapasitasnya sebagai kepala pemerintahnya atau seorang raja. Sebagaimana seorang raja, segala keputusan dan keinginan berada di tangan raja. Jika saja Nabi Daud mau, ia hanya tinggal memberikan perintah dan menyuruh para menteri atau rakyatnya untuk membayar semacam upeti agar diserahkan kepada sang raja. Semua upeti tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Akan tetapi, tidak demikian bagi Nabi Daud. Sebagai raja yang besar, di mana kekuasaannya telah melingkupi berbagai wilayah, justru ia tidak melakukannya. Hal ini yang menjadi istimewa yang ada pada Nabi Daud. Nabi Daud mampu untuk melakukan itu. Baginya, makan dengan hasil keringat dan tangan sendiri lebih mulia dari pada tergantung dengan uang negara. Itulah salah satu amalan Nabi Daud yang sangat luar biasa.

Allah SWT memperkuat kerajaan Daud, dan selalu menjadikannya menang ketika melawan musuh-musuhnya. Allah SWT menjadikan kerajaannya sangat besar, sehingga diakui oleh musuh-musuhnya meskipun tidak dalam peperangan. Allah SWT menambahkan nikmat-Nya kepada Daud dalam bentuk hikmah dan kemampuan untuk membedakan kebenaran dari kebatilan. Maka sempurnalah kenabian yang Allah SWT berikan kepada Daud.

Nabi Daud mempunyai seorang anak bernama Sulaiman. Ia adalah anak yang cerdas, dan kecerdasannya itu tampak sejak masih kecil. Seperti biasa Daud duduk dan memberikan keputusan hukum kepada rakyatnya dan menyelesaikan persoalan mereka. Seorang lelaki pemilik kebun datang kepadanya disertai lelaki lain. Pemilik kebun itu berkata kepadanya, “Tuanku wahai Nabi, sesungguhnya kambing laki-laki ini masuk ke kebunku dan memakan semua anggur yang ada di dalamnya. Aku datang kepadamu agar engkau menjadi hakim bagi kami. Aku menuntut ganti rugi.”

Daud berkata kepada pemilik kambing. “Apakah benar bahwa kambingmu telah memakan kebun lelaki ini? Pemilik kambing itu berkata, “Benar wahai tuanku.” Daud berkata, “Aku telah memutuskan untuk memberikan kambingmu sebagai ganti dari apa yang telah di rusak oleh kambingmu.”

Statistics Visitors
  • Today Visit: 16
  • Yesterday Visit: 25
  • Week Visit: 180
  • Total Visit: 139,339

Copyright © 2015. All Rights Reserved.

Alamat: Jln. Tanjung Api-api Pesantren Aulia Cendekia Talang Jambe Sukarami Palembang. | Login Admin